سلامة برتامو

Friday, July 10, 2009

Sakaratul Maut Manusia Yang Bertaqwa

Moga pengakhiran hayat kita sebegini, insya`allah. Bersamalah kita mengamalkan ilmu yang ada untuk meraih redha Allah.. Amin Ya Rabbal `alamin.

Imam Ghazali mengatakan bahawa orang beriman akan melihat rupa Malaikat Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangian yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (iaitu) Syurga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam syurga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (iaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamualaikum, masuklah kamu ke dalam Syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. -An-Nahl : 30-31-32-


Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikat pun akan menunjukkan Syurga yang akan menjadi rumahnya kelak di Akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.Wallahu `alam bish-sawab.

Semoga kita yang masih hidup selalu dikurniakan hidayahNya, berada di jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkanNya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di Jambatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya, insya`allah


Sakaratul Maut Untuk Manusia Zalim

Moga kita bukanlah tergolong seperti yang disebutkan ini. Maka oleh itu bersamalah perbaikai diri dan banyakkan amal maaruf serta laksanakanlah ilmu yang dipelajari itu.

Moga bermanfaat pada diri sebagai persediaan mengahadapi Hari-Hari Akhir di Dunia Ini, insya`allah.

Imam Ghazali mengambil sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim Alaihis Salam untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zalim. Allah Subhanahu Wa Ta`ala memperlihatkan perumpamaan Malaikatul Maut sebagai seorang lelaki besar berkulit hitam, rambut tegak, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu di belakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Nabi Ibrahim pun pengsan tidak sedarkan diri. Setelah sedar Nabi Ibrahim berkata bahawa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seseorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahawa melihat wajah Malaikat Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika Malaikat mula menyentuh tubuh, menarik dengan paksa roh dari tubuh. Kemudian mula menghentak-hentak tubuh agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang diperbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikat Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekali pun maka kita tidak akan mampu lagi ketawa dan merasakan kegembiraan sepanjang hidup ini.

Alangkah dahsyatnya sekiranya melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karana) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. -Al-An’am 93-

(iaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para Malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. -An-Nahl :28-29-

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mula merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikat Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di Akhirat. Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Tidak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di Syurga atau di neraka”

Dan inilah ucapan Malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksaan neraka”. Naudzubillahi min dzalik!

Thursday, July 9, 2009

Tentang Kematian : Bersedialah Diri


Sedikit ilmu dan perkongsian ana titipkan di ruangan ini buat pengetahuan bersama. Insya`allah. Ana dapat ini ketika menjalani Kursus Bilal, Pengurusan Jenazah baru-baru ini.

Moga ianya menyedarkan diri kita dengan mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan mati, iaitu dengan memperbanyakkan amalan yang diperintahkanNya.

Kitab-kitab yang berkaitan mati sangat banyak kini. Namun apa pun yang baik dan berguna, terimalah sebagai persediaan diri menghadapinya.

Hayati dan mengertikanlah untuk perjuangan diri menyambut sebuah kematian itu..

Allahu Akbar..

***

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi itu mampu berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, nescaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghazali atsar dari Al-Hasan).


Tamunya Suatu Kematian


1. Kematian bersifat memaksa dan sedia menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan risiko-risiko kematian itu.

Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, nescaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. -Ali Imran :154


2. Kematian akan mengejar sesiapa pun meski dia berlindung di sebalik benteng yang kukuh atau berlindung di sebalik teknologi kedoktoran yang canggih serta ratusan doktor terbaik yang ada di muka bumi ini.


Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, walaupun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh. Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?
-An-Nisa : 78-


3. Kematian akan mengejar siapa pun walaupun dia lari menghindar.


Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. -al-Jumu`ah : 8-


4. Kematian bertamu secara tiba-tiba


Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. -Luqman : 34-


5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat.


Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. -Al-Munafiqun :11-


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut Sabda Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam


“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” -HR Tirmidzi-Sabda Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bahagian kain sutera yang tersobek?” -(HR Bukhari) Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah-


Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bahagian tubuh yang sangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.


Imam Ghazali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghentam jiwa dan mennebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bahagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan disiat-siat dari setiap urat nadi, urat saraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga ke kaki”


Imam Ghazali juga mengetengahkan suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati suatu pekuburan berdoa pada Allah Subhanahu Wa Ta`ala agar Dia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka boleh mengetahui gambaran sakaratul maut itu. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang lelaki yang muncul dari salah satu kuburan.


“Wahai manusia!”, kata lelaki tersebut. “Apa yang kalian inginkan dariku? Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perit bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”


Proses sakaratul maut sangat memakan waktu yang berbeza untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang.


Mustafa Kamal Attaturk, bapa modenisasi (sekularisasi) Turki, yang menggantikan Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.


Rasa sakit sakaratul maut akan dialami setiap manusia, dengan pelbagai tingkatan rasa sakit. Sebuah riwayat mengatakan bahawa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah Kuasa Allah.


Allahu `alam.


Insya`allah akan ana titipkan juga Tentang Pembahagian kematian..



Titiwangsa

Wednesday, July 8, 2009

Dimansuhkan @ Ditangguhkan??!!

PPSMI dimansuh


08/07/2009 2:37pm


PUTRAJAYA 8 Julai - Dasar Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris (PPSMI) dimansuhkan.


Keputusan Kabinet itu diumumkan Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin di sini hari ini.


- Utusan -


------------------------------------


Alhamdulilahi Rabbil `alamin.


Bersyukur dengan pengumuman ini... Al kisah yang boleh difikirkan..


Baru-baru ini ana berpeluang berbicara dengan seorang guru Sekolah Menengah Kebangsaan Agama 'terkenal di Negeri Sembilan'. Beliau ni guru bagi matapelajaran matematik. Sama Usrah dengan ana.


Usai usrah pada malam Isnin lalu, maka berbicaralah Ukht yang ana panggil kakak ini pada ana. Dari perbualan biasa, soal semasa, bagaimana nak mencipta laman blog perkumpulan usrah ini, dan lain-lainnya. Tidak ketinggalan akhirnya, tercetus juga pasal bahasa ini.


Dengan curhat mengenai permasalahan pelajar yang tidak dapat menerima sepenuhnya penyampaian seorang guru, Apalah makna dan kepuasan yang dapat oleh pendidik..


Jarang melihat anak didiknya mendapat 100, tidak perti awal-awal bergelar cikgu itu. Kesalnya guru-guru bukan kini, tapi dah sangat membengkak dan kritikal melihat generasi Melayu yang tidak dapat mengikuti sepenuhnya matapelajaran itu.


Tidak ketinggalan ada juga anak didiknya yang berhenti sekolah, ulitan dari ketidak bolehan menguasai Bahasa Inggeris untuk matapelajaran Sains dan Matematik.


Apa akan jadi pada mereka itu? Tidakkah ada yang tersentak dan memikirkan? Kalau ianya tidak bermanfaat pada ummat, siapa wajar memanfaatkanya supa menjadi ummat yang berguna? Sedangkan sudah di mana-mana mereka bersepah.


Kesian pendidik-pendidik ana yang masih subur mendidik anak bangsa. Ana kesiankan kerana lelahnya mereka hingga terpaksa mengabaikan banyak masa untuk PPSMI ini..


Moga kalianlah guru-guru yang diredhai dan diberkati Illahi, insya`allah.


Dan kini, hari ini, PPSMI ini bukanlah boleh dikata dimansuhkan, Ini pandangan ana ya. Sekali lagi ana itegaskan, ini pandangan ana sahaja dari kanta mata sendiri.. Kalau dikata mansuh, mengapa perlu bertangguh lagi dengan melaksanakan secara perlahan? Bukan sebagaimana drastiknya rombakan tika ditukar pelajaran itu ke Bahasa Inggeris??


Selayaknya diperlakukan sedemikian juga, secara drastik ubahnya.


Apa pun, Moga kita sekalian tidak leka akan keputusan ini. Kerana ianya bukanlah dimansuhkan hari ini dan sekarang ini. Mungkin pabila ramai yang terlengah, dan waktu itu mereka melupakan apa yang dikatakan hari ini. Atau apakah agenda selanjutnya yang berlegar difikir mereka.. Apa yang perlu perhati dan bertindak, bukan memandang dan dengar sahaja. Sama-sama kita perjuangakan, insya`allah.


Sekadar mengingati diri, juga sekalian yang membacanya, insya`allah.



Titiwangsa
di saat semua suka akan makluman ini..
masih diri memikirkan apa maknanya??

Tuesday, July 7, 2009

"Menghitung Waktu Itu.."



Apalah topik ini ya?? Seusai melayani diri dihadapan Illahi Zohor tadi, teringatkan hari-hari mendatang yang perlu dihadapi. Justeru ana mengambil rentetan dari apa yang difikirkan oleh akal dan diiyakan hati.. mencurahkan menjadi kata-kata di ruangan ini.

Apalah yang wajar ana menghitung waktu.. kalau tidak dikira pun, ianya tentu dan akan bertamu, menyinggahi dan pergi.

Terkenang usia yang telah dipergunakan selama ini. Banyak perkara dalam hidup yang tidak usai lagi. Masih banyak lagi 'jalan-jalan kumuh' yang belum diri ini pijak untuk membersihkanny. "Ya Allah.. moga diri ini berkesempatan sebelum nokhtah itu tiba."

Akal dan hati bermonolog sama. Tanpa sedari, air jernih di kelopak mata itu sasarnya. Suara menutur saya.. "Ya Allah.. tunjukkilah diri hambaMu yang sering alpa dan lupa ini, tabahkanlah diri ini melalui ranjau-ranjau hadapan itu.."

Terlayar persatu gendalaan dalam tidak dapat merealisasikan tuntutan di jalan dakwah. Sangat diri sedari khilaf sendiri itu. Dan kadangnya tak dapat sama sekali menidakkan sesuatu yang diundang duluan sebelum panggilan dakwah itu menyapa.. 'Takut diri ini menjadi munafiq kerna janji yang telah terpetri..'

Menghitung hari mendatang, sering dikaitan hari-hari indah seseorang yang bakal melalui walimah. Tapi bukanlah ana mengetengahkan ceritera itu. Melainkan sebuah perjalanan yang perlu dan sangat dirancang agar tidak terrajut dengan takwim yang tak mendatangkan manfaat pada ummat.

Bulan Mubarak juga bakal ditemui. Moga bermacam persiapan dan perubahan pada diri segera mendatangi. Bukanlah berlalunya diri tanda kalahnya dalam dakwah. Tetapi diri ini berundur kerana masih ada ruang lain yang mengkuak luas agar diri mempergunakan sesungguh mungkin. Moga segala yang ditinggal menyedari bahawa Hidup ini bukanlah hanya untuk berkata-kata atau bercakap-cakap sahaja. tetapi yang akan DIA tuntut adakah kamu laksanakan apa yang kamu perkatakan itu..

Mungkin diri telah puas memujuk hati, menenagkan akal. Tapi adakah mereka dengar laungan yang bersempadanan dan penuh lapiasan ini?

Saat yang meninggalkan, dan waktu itulah tambahnya usia dan maka dengan itu telah semakin hampirlah diri menemuiNya.. Risau akan diri, apakah persiapan yang telah dipersiapkan? Apakah bekalan yang bakal dibawakan??

Tika apa pun, mulai detik kapan pun.. terus akanku basuh dir dengan air wuduk jua genangan muhasabah, agar kusedari, Kematian itu semakin mendekat dan sangat rapat..

"Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosaku, sedarkanlah diriku ini, jadikanlah diri ini sabar dan tabah dalam memperjuangkan agamaMu Ya Allah.."

Moga diri memiliki redha Illahi.. insya`allah.


Titiwangsa

Monday, July 6, 2009

'Bilal' : Berilah Generasi Muda Ruang


Ingin ana kongsikan pengalaman pertama memandikan jenazah di hospital. Justeru bukanlah layak ana mengatakan yang pertama dalam hidup, kerana tuasi di hospital ini sangat bezanya dari menguruskan kematian saudara tika di kampung-kampung.


Jujurnya ingin ana kongsikan pengalam luaran secara keseluruhannya. Bukan tentang jenazah. Tetapi mengenai diri sendiri yang melibatkan diri dalam ‘profesyen’ yang memang sangat payah disertai oleh golongan muda.


Moga perkongsian yang sedikit dari diri ini membawa impak yang besar dan kesedaran yang maksima kepada sekalian. Dengan nama Allah, ana mulakan. Moga bukan menjadi keriakan pada diri, malahan menjadi inspirasi bermakna pada sekaliannya.


Catatan ini ana lakarkan buat seorang sahabat yang sangat ingin tahu, bagaimana permulaannya ana ‘terjebak’ dalam menguruskan jenazah atau bahasa biasanya mayat. Kerana telah ana titipkan di ruangan ini, maka ianya bukan teruntuk pada sahabat sahaja, tetapi yang sudi menyantap segala yang bermakna di ruangan ini, insya`allah.


Sesungguhnya, ana bukanlah manusia yang berani. Tetapi dalam hidup sering ana berusaha kearah itu agar terhasilnya diri adalah untuk manfaat manusia-manusia yang lain.


Telah mengikuti kursus jenazah tika berusia 18 tahun. Memang biasa sahaja rasa waktu itu. Seperti teman-teman yang lain, yang sama mengikuti. Kesedaran yang sangat itu hadir waktu diri diterjah oleh pemergian seorang sahabat. Tika itu ana di tahun akhir menuntut di institusi pengajian.


Entah waktu banyak ana habiskan bermurojaah tentang hakikat hidup. Itulah rentetan awal perjalanan ini. Terdengar sahaja kematian, gesaan hati ingin mendekati dan segera mengetahui apa puncanya kematian hamba Allah, dan merisik-risiklah ana pada sesiapa yang terdekat dengan jenazah.


Tidak ketinggalan ana membaca kitab-kitab mengenai kehidupan dan kematian. Dan dalam banyak yang dibaca, tentang ini yang sangat mendesakkan diri ana agar cuba mendampingi Bilal Jenazah untuk belajar, mengetahui dan mempraktikkan.


Alhamdulillah beberapa kali berpeluang mengikuti. Namun sayangnya ada yang tidak mengizinkan ana turut serta bersama dalam menguruskan jenazah tika itu. Kata golongan vateran atau mudahnya generasi berusia, menganggap ana sangat dan terlalu muda dalam usia sebegitu untuk sebaris dengan mereka.


Betapa sedihnya hati tika waktu itu. Kadangnya, pabila saudara terdekat meninggal, ana juga tidak berpeluang untuk sebaris mereka. Walau tika itu ana telah mencecah usia 20-an. Sangat sedih akan persepsi golongan yang tidak memberi peluang kepada generasi Y seperti ana ingin menceburkan diri waktu itu. Tapi kerana telah tersemat azam yang tinggi untuk turut sama dalam saf seperti mereka itu, kedengaran sahaja kematian, ana sedayanya tampil ke hadapan.


Alhamdulillah tika ana berusia 21 tahun, waktu itu ada kematian di dekat tempat tinggal ana. Seorang Bilal Jenazah mempelawa ana bersama. Alhamdulillah waktu itu ana sangat bersyukur kerana bilal yang ana panggil ustazah itu memberikan ana ruang. Dan sedari itulah ana memulakan tugasan itu dengan kepercayaan ustazah ini. Disamping itu ana mempraktikkan apa yang telah dipelajari dalam kursus Pengurusan Jenazah tika di kampus dulu.


Terus, ada sahaja kematian, ana diajak bersama. Hinggakan ana serasa sangat ingin mendalami ilmu-ilmu berkaitan pengurusan jenazah itu dengan mendalamnya. Lantas teringat ana akan Pakcik Yahidin, selaku insan yang pernah mendidik ana mengaji Quran.


Pak Cik Yahidin Abu Bakar ini tika mengajar ana juga kawan-kawan yang lain, beliau juga berkhidmat di hospital sebagai pembantu doktor dan di samping itu menjadi Bilal Jenazah dalam usia yang muda. Sungguh ana kagum. Dari apa yang diketahui, beliau mengikut orang-orang vateran dalam menguruskan jenazah seusia 13 tahun.


Betapa orang yang dulu boleh menerima manusia yang awal remaja, masakan orang kini tidak mampu menerima insan yang di akhir remaja yang ingin mengetahui. Mempelajari dan turut sama dalam saf mereka itu?.. Entahlah..


Alhamdulillah Pak Cik Din itu sudi menunjuk ajarkan ana. Dari memotong kain membaluti jenazah, memandikan jenazah juga mengkafankan jenazah, ana diberi peluang mempelajarinya sendiri di rumahnya yang sering ditemani mak ana dan Mak Cik Yah (isteri Pak Cik Din).


Alhamdulillah berpeluang juga ana mengikuti memandikan jenazah di mushtashfa bebrapa kali hingga kini.


Sungguh dah tertumpah segala minat ana untuk menjadi seorang Bilal Menguruskan Jenazah. Namun kalau kematian di kampung-kampung, generasi vateran ini masih tidak memberikan ruang kepada ana untuk bersama mereka. Maka terpaksalah ana terima hakikat bahawa mereka masih memandang pada wajah ana yang dikatakannya masih muda. Aduhh..sampai bilalah?? Kalaupun muda, sewajarnya kaum-kaum vateran itu memebri ruang. Ana cuma membayangkan bagaimana kalau generasi mereka sudah tiada lagi? Sudahkan Fardhu Kifayah itu diperturunkan ilmunya kepada manusia yang tinggal??


Kerana rasa yang sangat, setiap peluang yang ada ana tak lepasinya. Walaupun ada waktunya ana perlu bersama mengendalikan jenazah di waktu malam seperti 'on call' iaitu kes-kes kecemasan yang perlu diuruskan segera. Dan ana mengorbankan lena kerana tugas yang mulia itu.


Ya, ana sangat berterima kasih kepada mak ayah yang memberi kekuatan ana menceburkan diri dalam bidang ini, tidak ketinggalan ustazah yang memberi ana peluang, Pak Cik Din yang memberikan tunjuk ajar yang sangat bermanfaat untuk dan sampai kapan pun, insya`allah. Alhamdulillah ana dah menyertai Kursus Pengurusan Jenazah sepenuhnya. Moga ana mampu mempergunakan ilmu itu dengan sebaik mungkin.


Moga ada generasi muda yang tersentak dengan apa yang ana ketengahkan ini. Alangkah baiknya setiap kita mempelajari Ilmu Fardhu Kifayah ini. Kalau pun tidak semua, adalah lebih baik dalam sebuah keluarga ada yang mengetahui akan ilmu ini. Agar pabila ada keluarga terdekat yang dijemput Illahi, ada yang menguruskan jenaza hnya.


Selain itu, golongan berusia juga perlulah sedar bahawa tugas Menguruskan Jenazah itu adalah sangat mulia. Ana ketengahkan mengenai ini kerana sepanjang ana bertugas, banyaknya generasi atasan ini seakan memperlekehkan anak muda seperti ana menguruskan jenazah. Bukannya ilmu letaknya pada usia tetapi pada kebolehan seseorang itu mempergunakan ilmu yang mereka ada? Bukankah sedemikia?


“Kenapalah kerja ini yang anak buat? Macam dah tak ada kerja lain je?!” tempelakkan seorang wanita tua pada ana seusai menguruskan jenazah anaknya yang kemalngan jalan raya. Amat tersentak hati ini. Sungguh ana menghormati dia sebagai seorang yang telah berusia.. Kalaulah kata itu keluar dari seorang muda atau sebaya, akan jawapan ini ana berikan.. “Katakan pada ana apakah kerja yang paling mulia dipandangan mata kamu?!”


Ana sedaya membalas bersahaja. Tetapi harapan ana moga wanita yang boleh ana panggil nenek itu menyedari akan kata-katanya tadi. “Sebab kerja ini sangat mulia di sisi Allah. Menguruskan manusia yang bakal menemuinya..” Ana membalas senyum. Agak sinis juga balasan nenek itu. Tapi itu bukanlah kali pertama atau terakhir ana kena. Hingga ana sudah lali dengan pandangan'katak bawah tempurung' manusia yang sepertinya itu.


Beruntunglah jika anak-anak kepada mak ayah nanti seperti 10 adik-beradik Dato` Dr Haron Din, melalui apa yang pernah ana baca, mereka mengepalai sendiri segala urusan menyelenggarakan jenazah ibu mereka daripada soal memandikan, mengapankan, menyembahyangkan dan pengkebumian. Dan mereka juga yang bergilir-gilir membaca al-Quran hingga khatam untuk disedekahkan kepada roh ibu bapa mereka, Subhanallah.. Maha Suci Allah. Sangat ana kagum akan kisah ini.

Amat malang jika anak-anak dari si mati hanya menyerahkan semua urusan itu ke tangan orang lain kerana ketiadaan ilmu sedangkan anak-anaklah yang lebih afdal menyelenggarakan jenazah orang tua mereka.


“Kamu kena ingat, pengiktirafan tugas ini bukan di tangan manusia, tetapi Yang Maha Kuasa.”, itulah kata awal yang menyelinap masuk ke saluran pembuluh darahku.. kata-kata itulah yang meyakinkan ana untuk terus bersama dalam kerja jariah itu.


Hingga terdetak di hati “Kan kuinfaqkan diri ini untuk berkhidmat menguruskan manusia di akhir hayatnya. Moga redha Allah yang kutemui.”


Itulah yang menerobos ana ke alam yang lain. Alhamdulillah walau sedemikian, kebersamaan dalam jamaah masih dapat ana rasai dan kecapi.


Ingin ana hebahkan juga di kesempatan ini, sekiranya ada golongan muda atau belia di sekitar usia-usia ana ini, yang ingin pelajari seperti apa yang ana ceburi ini, silalah tinggalkan pesanan atau emailkan kepada ana. Insya`allah akan ana perkenalkan dengan Pakcik yang mebuka ruang seluasnya pada ana itu.


Selain itu, besarlah harapan ana agar 'Profesyen Bilal Pengurusan Jenazah' ini bukan hanya terhad pada golongan vateran sahaja. “Apakah mereka menyangka akan hidup lama?? hingga tidak memberi peluang kepada generasi muda.”


Sesungguhnya 4 perkara wajib dilaksanakan ke atas jenazah Islam

  • Dimandikan

  • Dikapankan

  • Disembahyangkan

  • Dikebumikan

Keempat-empat perkara di atas adalah fardu kifayah iaitu apabila telah dilaksanakan oleh sebahagian orang (waris, jiran, rakan, manusia Islam), maka insan lain terlepas daripada dosa yang kifayah ini.


Inilah kisah ana yang tak seberapa, moga menjadi iktibar kepada sekaliannya. Sekiranya ada pertanyaan, silalah kemukan kepada ana melalui email atriza_umar@yahoo.com

MKDRS : Ditangguhkan..


Benarnya catatan sebelum ini ana usai menaipnya minggu lepas lagi. Namun ana sekadar ingin kongsikan kepada sekalian mengenai rentetan perkenalan ana dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI), Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Moga sudi membacanya..




Keputusan yang sekali lagi diterima tidaklah merasakan apa-apa. Namun masih mencari jawapan terbaik untuk diberikan kepada yang sangat harap bertamunya insan-insan yang bakal mengikuti Misi Kembara Dakwah Raudhatus Sakinah (MKDRS) ini.



Sms yang diterima dari Ummi, ana anggap biasa. Tapi pabila baca berulang.. "Ohh..bagaimanalah ingin ana khabarkan pada pihak MUI itu.." begitulah laungan hati.



Dr Har selaku Penasihat yang juga insya`allah ketua MKDRS ini, minta MKDRS ini ditangguhkan ke satu masa yang belum ditentukan berikutan wabak yang melanda kini H1N1 la tu...



Segalanya ana berserah pada Yang Maha Esa. Kiranya, ini yang terbaik untuk kami dan pihak di sana, insya`allah, ana perlu redha dengan keputusan Amirah kami itu.



Alhamdulillah tak pula rasa perti sebelumnya.. cumanya masih memikirkan kata apa yang terbaik agar pihak MUI tidak jemu mengundang kami lagi akibat tertangguhnya misi kali ini..

Perjuangan ini Pasti diteruskan..satu ketika nanti, insya`allah.


*Ada sesiapa dapat bantu ana tak?? Apa yang wajar dikata kepada MUI itu...


Titiwangsa

Misi Kembara Dakwah Raudhatus Sakinah : Sekadar Mengimbas Rentetan Pertemuan Lalu

Alhamdulillahi Rabbil `alamin. Segala pujian bagi Allah yang Maha Atas Segalanya. 2 Julai lalu, ana bicara lewat hp bersama DRs Ustaz Zainuddin, Ketua Majlis Ulama Indonesia, Cawangan Bukit Tinggi. Amat senang sekali berurusan dengan Ustaz ini sedari kenal beliau sejak tahun lepas.

Ingin ana kongsikan dikit kisah perkenalan itu. Segalanya adalah kerana mengikuti Program Dakwah ke Sumatera Barat pada bulan Syaaban 1429 Hijrah. Kiranya bulan 8 tahun lepas la tu.

Tika itu, ana berkhidmat seketika di Raudhatus Sakinah. Alhamdulillah Ummi Ros dengan Ibu Yus yang awalnya ana panggil kakak itu, membenarkan ana ikuti Misi Dakwah Ke Sumbar itu. Sesedapnya cuti kerja selama 8 hari. hehehe.. Apa pun itulah permulaannya hingga ana mengenali dengan DR Zainuddin ni.

Maklumlah kalau ana tak dibenarkan cuti. Tentu tidak juga ana bertemu dengan Ustaz itu. Sungguh cantik aturan Allah Yang Maha Esa. Alhamdulillah.

Semasa Misi Dakwah itu dijalankan, ana ditawarakan oleh seorang sahabat (Mahasiswa Malaysia yang belajar di Universiti Andalas (UNAND), Padang) yang turut sertai program ini dakwah ini menyertai Syura Majlis Ulama di Masjid Agung, Bukit Tinggi dengan berkonsepkan 'Ramadhan disambut, Tautan ditaut'. Selain bertujuan menetapkan tarikh berpuasa di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

Jadi setelah ana minta keizinan dari pengarah program, maka ana sertai pelawaan tersebut bersama sahabat yang mengajak ini. Sebelum menyertai terfikir juga, 'takkan semudah itu boleh sertai Syura Majlis Ulama. Takkanlah begitu.' Alhamdulillah hati tidak meragui maka ana teruskan tekad mengetahui.

Subhanallah.. kehadiran ana itu disambut ceria oleh ahli jawatankuasa pelaksana. Sungguh ramai dari warga berusia juga anak-anak remaja. Sangat susah nak lihat sebegini kalau di Malaysia kan..

Sahabat ana ini siap memperkenalkan ana kepada sahabat-sahabatnya. Tidak ketinggalan dia menggenalkan ana kepada urusetia, ustaz-ustaz juga ustazah-ustazah yang di sana. Sungguh ana tertegun. Mereka menyambut baik lagi mesra kehadiran ana yang seorang manusia kerdil ini.

Dan kesempatan yang ada itu, ana menerima pelawaan Ustaz Indra Syah selaku... Maaf ana tak ingat apa jawatannya. Agak terkenal juga beliau ini di sana. Beliau mengajak ana bersua dengan ketua Majlis Ulama Indonesia. Ana diajak bertemu Ketua Majlis Ulama Indonesia itu kerana ana memperkenalkan tentang Raudhatus Sakinah.. Sangat Ustaz itu tertarik dengan apa yang ana sampaikan seperti pemplet RS yang diberikan itu.

Maka Ustaz Zainuddin itu seperti rasanya ingin mengetahui lebih lanjut. Kami terus berhubung dari semasa ke semasa mengetahui bermacam-macam program dan aktiviti dakwah di sana tidak ketinggalan perjalanan dakwah di sini juga, ana khabarkan.

Maka hinggalah Ustaz Zainuddin ini menjemput untuk memenuhi satu program pada awal bulan lalu. Ohh.. ana sungguh tidak terdaya menolaknya. Rasa malu pada maha pencipta kerana tidak dapat memenuhi undangan saudara seagama yang sama tuju fie sabilillah ini.

Jadi, ana usulkan niat ustaz itu kepada jamaah ana, berhubung terus dengan Pengarah Raudhatus Sakinah. Ummi ana tu kata maaf yang sangat tak dapat memenuhi undangan itu. Telah buat janji di sini. Dan jemputan itu terlalu singkat.. Sungguh adalah sedikit terasa waktu itu. Tapi akal sering memujuk hati agar membuang segera rasa itu. Alhamdulillah Allah membukakan ruang. Teringat pada Ustaz Kamaruddin, Amir LANDAS ana.

Sangat Allah mempermudahkan jalan dakwah ini.. membuat urusan dengan Ustaz Kamaruddin tidaklah sukar. Maka Ustaz sangat menerima undangan itu walau jadualnya sangat padat, dan bantuan saudara seagama ini tidak dilepaskannya begitu sahaja. Sangat ana bersyukur waktu itu..

Dan program itu diisi oleh Ustaz Kamaruddin bersama Setiusaha LANDAS Kuala Lumpur, Ustaz Khairul Anuwar, Ustaz Nizam dan Ustaz Hafiz.

Waktu itu ana tak dapat sertai. Walau agak sedih, namun ana sangat merasakan ada hikmahNya.

Alhamdulillah Majlis Ulama Indonesia sekali lagi ingin menjalinkan usahasama dengan Raudhatus Sakinah walau kali pertamanya agak tergendala, moga yang kali ini dipermudahkan Allah.

Moga doa sahabat-sahabat juga pembaca sekalian mengiringi Misi Kembara Dakwah Raudhatus Sakinah ini.. Amin Ya Rabal `alamin.

Insya`allah ana akan kongsikan sedikit lagi catatan lampau ukhwah terbina ini dan persiapan-persiapan Jawatankuasa Misi Dakwah Raudhatus Sakinah yang bakal berlangsung insya`allah pada minggu ketiga bulan Julai ini.

Doakan moga segalanya dipermudahkanNya..


Teratak Jihad

Sunday, July 5, 2009

Informasi dalam Usrah



Alhamdulillahi Rabbil `alamin. Sungguh indah kebersamaan dalam jamaah. Tautan ukhwah menginformasikan kami bermacam. Agak telat juga ana hadiri usrah pada petang hari ini. Dengan mengurus anak saudara yang di rumah. Hampir tidak sedar Usrah Elite yang setiap hari Ahad berlangsungnya.


Alhamdulillah kesempatan itu menyedarkan ana lantas menghubungi sahabat. Dan beliau sudi menyinggahi ana pada petang tadi. Lama tidak bertemu ukht ini. Banyak kisah ingin dikongsi. Tapi tak terluah semuanya. Mungkin perlukan masa yang lain.


‘Usrah Elite’ hari ini agak ramai yang menghadiri. Rasa sejuk mata memandang bertemu sahabat yang agak lama tak berhalaqah ini. Ukht Rashidah selaku naqibah bersama sahabat yang lain, Ukht Hanadiah, Ukht Siti Mursyidah, Ukht Najihah, Ukht Hazirah ceria menyambut kehadiran ana bersama Ukht Jazilah.


Agak segan di hati akibat lewat menjejakkan kaki ke Masjid Sikamat ini. Namun ana gahkan diri kerana kekhilafan sendiri. Seorang demi seorang sahabat disalami. Usrah telah berlangsung. Dan ana mendapat yang di pertengahannya. Alhamdulillah.


Serba sedikit diketahui informasi terkini dari seorang sahabat yang bertugas di ‘mushtashfa’ Ukht Hazirah yang lebih mesra dengan panggilan Kak Cik. Dari mengenai H1N1, penyakit kusta, Tibi hinggalah ke isu kunsa. Sahabat-sahabat yang lainnya tidak ketinggalan mencelah dan menambah menhiasi suasana halaqoh pada petang itu.


Sungguh indah kebersamaan perti itu. Bukan mudah nak menggumpulkan sahabat-sahabat yang berlatarbelakang dan berkemahiran yang bermacam itu. Alhamdulillah hari ini dapat kami bermurohjaah dalam suasana yang sangat diberkati lagi diredhai.


Moga setiap minggu ‘Usrah Elite’ yang digerakkan oleh kami ini bertambah ahli-ahli yang menyertai, insya`allah.


  • Ana [‘’] pada kata Usrah Elite, kerana masih merancang 1 nama baru yang bersesuaian. Siapa tahu kalau boleh didaftarkan sebagai 1 gerakan Islam yang mampu menembusi di setiap ruang Muka Bumi Allah ini.. insya`allah.

  • Jika ada sahabat-sahabat yang tinggal di kawasan sekitar Seremban, yang ingin menyertai, silalah hadir jam 5 petang setiap Ahad di ruang Masjid Sikamat atau email kepada ana, insya`allah.

SALAM PERJUANGAN



Teratak Ibtisam

Malam yang telah menjelang

Saturday, July 4, 2009

Wajah Manusia Baru Itu


Dikongsikan bersama sekalian..

Inilah foto anak saudara ana yang baru lahir pagi tadi.. Alhamdulillah
Ana main tangkap sahaja gambar 'Manusia baru' ini. Bila dalam perjalanan nak balik ke rumah baru sedar yang di mushtashfa tak boleh ambil gambar.. Alhamdulillah segalanya dipermudahkanNya tadi.

"Macam rupa siapalah ya?" tanya abahnya(kepada yang baru lahir itu) pada anak saudara kami yang dua orang ini (Muhammad Amirul Hafizi & Nurul Rasyidah). Banyak telahan Muhammad Amirul Hafizi. Adiknya hanya senyum sahaja.

Sudahan, abang ana Ustaz Din tu menjawabnya sendiri.. "Rupa dirinya sendirilah kan Mirul." Ana bersama mak waktu itu senyum dengan jawapan itu. Hehehe..

"Alhamdulillah. Ahmad Sa`id dah ada adik.. Tapi belum berpeluang ketemu adiknya yang dalam gambar itu. Sebab kanak-kanak bawah 12 tahun tidak diizinkan masuk dalam wad.. Biasalah pasal kes sekarang ni."

'Agak-agak siapalah namanya ya.. ermm.. Entahlah..'

Teratak Ibtisam
'Seusai pulang dari Mushtashfa'
4 Julai 2009

'Manusia Baru' & Cahaya Mata

Alhamdulillah, awal pagi tadi abang ana khabarkan melalui hp yang kakak ipar ana dah masuk wad.


Beberapa ketika setelah itu, ana diberitakan oleh mak ana yang kakak ipar ana dah selamat melahirkan anak lelaki.


Ana membalas senyum kata-kata mak itu. Maka dengan itu bertambah lagi anak saudara ana..


'Moga menjadi pejuang Agama Allah' bicara hati kecil ana untuk manusia baru itu.


Insya`allah tengah hari ini akan menziarahi ‘manusia baru’ itu.


Tahniah buat Ustaz Din dan Kakak Sakinah atas kehadiran Cahaya Mata yang ke 3.


*Dah 14 orang anak saudara ana.. Alhamdulillah*


Teratak Ibtisam

4 Julai 2009

Friday, July 3, 2009

Manusia-Manusia Malam

Surat Cinta Dari Manusia-Manusia Yang Malamnya Penuh Cinta


Wahai insan yang pejam matanya, perkenankanlah kami
manusia-manusia malam menuliskan selembar warkah cinta kepadamu.
Seperti cinta kami pada waktu malam-malam yang kami raih di sepertiga terakhir.
Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang penuh pesona.
Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia.
Namun kami tak perlu bersusah payah.
Kerana malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari Syurga, bi iznillah..




Wahai manusia yang lelap, sungguh nikmat malam-malammu, gelapnya yang pekat membuat matamu tidak mampu melihat sinaran cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tidak menghiraukan panggilan gelombang cinta.
Dinginnya merasuk semakin membuat dirimu asyik lena, menikmati tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan guling, bergeliat manja di sebalik selimutmu yang demikian hangat.. aduhaii..


Wahai orang-orang yang lena, ketahuilah.. kami tidak seperti dirimu!
Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tidak kira apa.
Atau yang dibuai suasana yang begitu menghiburkan.
Kami tidak perti itu!! kami adalah para perindu kamar di Syurga.
Tidak pernahkah kau dengar tentang sabda Seorang Insan Kamil, Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam : "Sesungguhnya di Syurga itu ada kamar yang di luarnya terlihat dari dalam dan di dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukan, menyebarkan salam serta mendirikan solat pada saat manusia lelap dalam lenaan malam."
itulah sebuah kamar yang menakjubkan bagi kami dan orang-orang yang mendirikan
solat pada saat manusia-manusia yang lain tutup mata dan hatinya.



Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta, kau pasti pernah mendengar namaku disebut.
Aku Abu Hurairah , Perawi Hadith.
Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak peri.
Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau?
kenikmatan itu tidak merta kukecap sendiri, ku bagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk isteriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi.



Jika salah satu dari kami telah selesai mendirikan solat, maka kami
bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bahagiannya.
Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? pedulikah kau pada keluargamu?
adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? sekadar untuk
membangunkan insan yang paling dekat denganmu, keluargamu?





Lain dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki.
Sejarah mencatatku sebagai manusia Penakluk Kesombongan pasukan salib, suatu hari seorang
ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentarkan diriku, katanya, "Nuruddin itu kusyuk dengan solat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar."
Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku.
Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru.
Kata mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan kerana pasukannya yang
banyak. Tetapi lebih kerana dia mempunyai rahsia bersama Tuhan".
Aku tersenyum, mereka memang benar, kemenangan yang kuraih adalah kerana
doa dan solat-solat malamku yang penuh kusyuk.




Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Isteriku tercinta,
Khotum binti Atabik.
Dia adalah isteri solehah di mataku, terlebih di mata Allah, malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam rangkulan Maha Pencipta.





Gemersikan daunan dan desahan angin seakan menjadi melodi saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud yang asyik.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah.
Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.





Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa.
Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang
pegawai khusus untuknya, pegawai yang kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.





Wahai orang-orang yang terbuai, kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al-Aqsa, Rumah Allah yang diberkati.
Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Salahuddin Al-Ayyubi, orang
yang hidup di zamanku mengenalku tidak lebih dari seorang panglima yang
selalu menjaga solat berjamaah.




Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu.
Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu.
Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Yang Esa, sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata.





Wahai orang-orang yang masih terlelap, Pernahkah kau mendengar penaklukan Konstantinopel?
Akulah di sebalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih.
Aku sangat tegas dalam memimpin bala tenteraku, namun tahukah kau bahawa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada para pasukanku untuk berpuasa pada siang hari dan pada saat malam tiba kami melaksanakan solat malam dan munajat penuh pertolongan padaNya, jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari di saat kami berjuang, maka kesyahidan yang kami raih, itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di hujung kematian, namun sebelum itu di penghujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupkan malam kami.





Wahai orang-orang yang tergoda, begitu kuatkah syaitan mengikat tengkuk lehermu saat kau tidur? ya sangat kuat, tiga ikatan kuat di tengkuk lehermu, dia lalu menepuk setiap ikatan sambil berkata "Hai manusia sedarlah, engkau masih punya malam panjang, maka tidurlah!! Hai sedarlah, sedarlah jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya, syaitan itu berbohong kepadamu, maka bangunlah! bangkitlah kerahkan kekutaanmu untuk menepis godaannya itu. Sebutlah nama Allah, maka akan lepas ikatan yang pertama, kemudian berwudhu`lah maka akan lepas ikatan yang keduanya, dan terakhir solatlah, solat seperti kami maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu."





Wahai orang-orang yang masih terlena, masihkah kau menikmati malam-malammu dengan keasyikkan? masihkah? adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera berkhalwat denganNya, memohon ampunanNya walaupun hanya dengan dua rakaat? tidakkah kau tahu, bahawa Dia berkata. "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepadaKu akan Kukabulkan, siapa yang memohon ampun kepadaKu akan Kuampuni,"
Dia terus berkata demikian hingga fajar menjelma..






Wahai orang-orang yang terpujuk rayu dunia, bagi kami manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada ertinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya, sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap?
Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya? maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam, kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam.
Namun jika kau masih ingin terlelap, nikmatilah tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak bererti apa-apa bagimu.





Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di syurgaNya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yangdi sisi luarnya terlihat dari dalam
dan di sisi dalamnya terlihat dari luar.





Amin Ya Rabal `alamin.



Moga Ana juga sekalian yang membacanya mampu terusan mengikutinya.. Insya`allah..


Saat ana menyelak satu buku sastera arab lama.. sungguh ana terkesan dengan bica dan isinya, maka ana kongsikan buat sekalian.. ana adaptasikan menjadi sebuah bacaan biasa untuk sekalian yang sudi membacanya.. Moga ada manfaatnya buat diri dan sekalian, insya`allah.



SALAM PERJUANGAN
...Moga Bermanfaat Buat Semua...

Titiwangsa
3 Julai 2009

Thursday, July 2, 2009

'Perjuangan Yang Berpanjangan'

Monolog hati tentang diri
tika lelah menanti temu yang dirancangi
Bukan hilang dibawa pergi
Tidak munculnya sedari dikotai
Tentunya itu sesuatu yang belum pasti
Apalagi realiti..
Esok yang dijejaki
Sangat meyakini
Inilah uji pada diri
Agar terus memperjuangi
Supaya tidak lemas dengan air yang menggenangi..
Kelak ada bahagian buatnya..

Betapa bahagianya hatiku, kerana diri akan segera menemukan labuhan hati. Setelah sekian lama ia berlayar, satu persatu cita-cita indah masa depan akan kuukir bersamanya. Senyumku menghiasi hari-hari, meski beberapa mencuba menawarkan dirinya sebagai labuhan hati yang baru. Namun satu persatu, secara baik diri menolaknya kerana tidak ingin mengundang cewa padanya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tanpa terasa berlalu cepat meninggalkan. Entah berapa banyak air mata ini ditakungkan, entah berapa banyak pula fikiran yang telah dihidangkan. Penantian demi penantian dilewati dengan kesabaran tanpa suatu kepastian, meski sungguh sangat menyesakkan.
Hanya kerana keyakinan hati yang membuat diri mampu untuk bertahan, bersama sahabat-sahabat jamaah yang tidak jemu apalagi asa, bahawa beberapa tika lagi, dia yang jauh di sana akan bertandang untuk merajut cita-cita bersama, tapi entah sampai kapannya tidaklah dapat dijangkakan.

Hingga kini sinaran itu masih belum muncul maka hati diulit gelisahan. Hati semakin gelisah dan gundah. Hati sering menangis, kerana bintang dalam hati mulai redup cahayanya.
Hati kecil merintih,
"Aku ingin kembali, kembali merasakan kenikmatan ketika berdua denganMu, aku ingin kembali. Oh, betapa rapuhnya jiwaku kerana berharap pada selainMu, betapa hinanya diriku di hadapanMu kerana mengemis cinta pada selainMu."

Kucuba membuka mata hati yang yang hampir tidak terkuak oleh kabut cinta yang rebu. Selayaknya Aku tidak wajar terus menerus begini. Sekuat apa pun usaha terhadap sesuatu yang disukai, jika bukan izinNya, pasti tidak akan pernah realiti.

Kenapa diri harus cundang kerananya, terhadap takdir yang belum diketahui. Wajib diri belajar agar ikhlas menerima tentuanNya. Perlu bangkit, yakin dan percaya pada sa`ah.

Waktu yang akan membantu untuk menemukan dan kembali pasrahkan semuanya pada Allah, kerana Dia yang paling tahu kebahagiaan seperti apa yang diperlukan hambaNya.

Sungguh kalaupun ada tangis di mata ini, itu hanya kerana curahan penyesalan atas khilaf. Kalaupun harus ada alir air mata ini, itu kerana sangat harapkan ampunanNya. Kerana yakin dan percaya, kelak diri menemukan penggantinya.

Jadikanlah Sabar dan Solat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu` -Al Baqarah : 45-
Titiwangsa
2 Julai 2009

Wednesday, July 1, 2009

Tragedi Semalam : Satu Permulaan Langkah..


Awal pagi hari ni, ana mendapat sms dari 'ibu'. Sangat terkesan kata-katanya itu untuk jalan dakwah ini. Syukran ibu kerana berikan kata-kata itu. Erm..agak kekok juga, tapi ana cuba bahasakan juga dirimu sebegitu. Tapi perlahan-lahan la ye, tak dapat nak secara drastik. Hehe..

Sambil ulang membacanya, ana serasa perti ada kekuatan yang sangat dalam diri ni. Moga ianya terus-terusan menjadi penaik semangat untuk sama dalam jalan dakwah pertimu, insya`allah.

Bas yang ana naiki hari ini, adalah bas yang dipandu oleh pakcik petang semalam, saat ana pulang ke Seremban. Argghh.. secuit risau di hati mengenangkan 'tragedi' semalam.

Begini al kisahnya, pakcik bas ni semalam dia pasang Vcd. Tak pernah sepanjang ana naik bas KL-Seremban atau Seremban – KL pemandu basnya memasangkan Vcd. Lainlah radio, kaset dan cd. Tapi kali ni, Vcd. Yang dipasangkan tu Vcd lagu-lagu lama. Perti yang dinyanyikan Ahmad Jais dan entah siapa-siapalah lagi (ada penyanyinya yang dah 'nokhtah').

Semalam pelbagai rasa ada tika waktu itu. Dengan keadaan suasana sebelum menaiki bas yang agak tidak menyenangkan berterusan rasa 'benci dan meluat' (bencilah sesuatu kerana Allah wahai diri!!) pula bertandang. Vcd yang pakcik itu pertontonkan sangat jelek, lucah, seksi, dan bermacam kata kotor lain yang boleh disamakan. Bukan ana meletakkan. Sesungguhnya itu adalah kemaksiatan yang nyata. Sangat ana sedih dan bagai nak berteriak kerana kemaksiatan itu.

Saat itu hati, diri dan akal bermonolog sesama. Sebelum air mata dalaman ini menitis, eloklah ana mencegah dari terus dipertontonkan kemaksiatan itu. Dengan niat Lillahi Ta`ala, ana zikirkan Ayat-Ayat Allah :- Al Qudsi, Doa Nabi Musa juga istighfar. Kata ahati diri, “Inginkah hanya iman yang lemah sahaja yang kau miliki??!!”

Seluruh anggota ini menggeletar akan persoalan itu. Dan lantas ketika itu juga ana teringatkan bagaimanalah kalau berlaku kemalangan dan semuanya mati. Sungguh ana takutkan yang itu. Kerana perbuatan seorang semuanya perlu dipertanggungjawabkan di hadapan Maha Pencipta.

Maka sambil membaca perisai-perisai itu, ana memberanikan diri menuju ke arah tempat pemandu. Ana cuma duduk di baris ketiga sebelah kanan pemandu. Sangat berapi jawapan pakcik itu. Namun biarlah usaha ana yang sedikit itu ada manfaatnya kalaupun ana menokhtahkan hidup dalam perjalanan pulang ke Seremban semalam.

“Apo pulak ekau ni. Kalau tak suko tak sahlah ekau tengok.”

Itulah jawapan pakcik pemandu bas dengan loghatnya negeri 9. Agak terkilan di hati. Tapi ana gahkan juga 'menyaiko' pakcik ni.

“Bukankah lebih baik pakcik padamkan sahaja Vcd tu. Kan boleh dengar juga lagunya kan?”
gesaku setelah soalan pertama ana yang berbunyi begini..

“Pakcik, boleh tukar Vcd lain tak?”

ahh.. itulah semanis-manis ayat yang ana reka. Tapi ditolaknya mentah-mentah. Tapi ana tak putus asa. Ana gesakan juga persoalan yang kedua tu.

Alhamdulillah akhirnya dia dengan muka yang kebengisan meminta ana menekan butang di TV agar dipadamkan. Dan masihlah kedengaran lagu-lagu jiwang itu. Ana rasakan pakcik tu suka lagu-lagu lama, mungkin ada nostalgianya.. Entahlah

Dalam hati agak lega. Tapi masih tersisa secubit rasa kurang senang. Pandangan penumpang-penumpang yang sinis. Beberapa manusia sahaja tersenyum. Ana meyakini dia juga membenci seperti apa yang ana rasa, tapi mungkin taknak ambil endah atau mungkin risiko. Tapi ana sedayanya mengabaikan yang lainnya itu. Ucapan terima kasih ana berikan kepada pakcik. Sepi tanpa jawapan. Sekurangnya, ana tidaklah segelisah tadi. Terus ana membaca Tafsiran Quran yang pasti ada di bawa ke mana-mana.

Alahaii..pagi nie kena pula bas dan pakcik bas yang sama. Alhamdulillah dia buka lagu tapi taklah kuat dan apa yang ana harapkan teguran ana petang semalam itu mengesankan dirinya. Mungkin dia mengerti mengapa ana memintanya tukarkan vcd tu.

Apa pun, ana bersyukur yang ana dapat praktikkan diri untuk Amar Ma`aruf Nahi Mungkar, alhamdulillah.

Teringat ana akan maksud Ayat-Ayat Allah

“bertolong-tolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan taqwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam berbuat dosa dan aniya (permusuhan).” -Maidah : 2-

Ba`dhus Salaf berwasiat kepada anaknya dengan katanya, “Apabila kamu hendak melakaukan amar maaruf tanamkanlah dalam dirimu SABAR dan PERCAYALAH akan bantuan dan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta`ala. Barangsiapa yang percaya akan pahala dari Allah, mereka tidak akan terkena penyakit.”

Allahu Akbar, betapa kasih dan sayangnya Allah. Moga ana mampu meneruskan perjuangan Agama Allah ini. 'Ya Allah aku rindukan syahid di JalanMu Ya Allah..'

Iktibar dari apa yang terjadi semalam itu bagi ana, ialah.. ukurlah iman kita ditakuk mana setiap detik, waktu. Mampukah kita membuat 'sekuman' kebaikan dengan keredhaan Allah? Atau inginkah kita melakukan segunung kebaiakan semata pandangan manusia?.. Afala ta`kilun..

Terima kasih kepada mereka yang 'menganiya' diri ini, sekurang-kurangnya ana mengetahui masih ramai lagi Makhluk Allah byang menghargai diri ini.

Perjuangan tetap diteruskan ya Mak.. Mama..Ibu..Umi.. Alhamdulillah beruntungnya dirasa kerana semua panggilan itu ada kini.. namun yang melahirkan ana dari perutnya tidak akan dan tidak pernah sama sekali ana lupa.. Dialah menjadikan ana manusia dan menunjukkan ana memanusiakan manusia itu.. 'Ya Allah sangat hambaMu ini bersyukur.. berikanlah aku kekuatana Ya Allah.'

** Selamat Ulangtahun anak saudaraku.. Muhammad Faiz, moga engkau menjadi syabab fie sabilillah.. insya`allah.

Titiwangsa
1 JULAI 2009

Tuesday, June 30, 2009

Perjalanan Diri : Dakwah Itu Indah


Alhamdulillah hari ini, ana dapat memberi pengisian berbentuk Sejarah Islam di RS. Terima kasih buat Ibu Yus (masih mencuba untuk membahasakan beliau sedemikian, insya`allah)


Perjalanan ke RS itu di isi dengan bicara bersama Ummi Ros (masih juga nak mencuba memanggilnya Ummi). Tidak ketinggalan keletah Imran anak kepada Ibu Yus memeriahkan perjalanan kami ke Sungai Buloh.


Kagum ana akan 2 insan yang di depan ana itu. Wajarnya ana kongsikan siapa mereka itu sebagai pengetahuan penyinggah-penyinggah laman blog ana ini. Namun ana merasakan bukanlah tepat masanya kini. insya`allah akan datang.


Ana membawakan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir. Di samping itu adalah ana selitkan selingan-selingan lain sebagai kekuatan dan pemantapan tarbiyah diri sendiri juga kepada adik-adik penghuni RS itu.

Moga ana berpeluang lagi menyampaikan ilmu di Taman ketenangan itu, insya`allah.


Moga banyak kekuatan dari ibu juga ummi ana perolehi, insya`allah.


Perjalanan dakwah itu amatlah payah NAMUN hasilnya sangtlah indah.. secara merangkak sedari lalu, ana merasakannya.. Alhamdulillah.. terima kasih buat sekalian yang sama tuju Fie Sabilillah.


Titiwangsa
30 JUN 2009

Monday, June 29, 2009

Yang Menyapa Itu Sepi


Pertinya sudah ketandusan bait-bait tuk disusun menjadi ayat di ruangan ini.. apalah yang wajar ana lakarkan. Hati dan Akal tidak ingin menyatu saat ini. Entahlah mungkin rasa hati sahaja yang dapat tercurah tanpa akal menyertai..


Moga tindakan yang ana lakukan akan menyenangkan semua yang bakal ditinggalkan. Sungguh tidak mampu ana kongsikan tentang suatu rasa yang ini. Mungkinkah anugerah rasa itu ana sahaja yang merasainya? Ya Allah.. Moga Allah memberikan ana kekuatan untuk meneruskan baki yang ada.


Maaf sahabat ana sekalian.. insya`allah esok ana akan sedayanya buat entri dalam blog dengan sebaiknya, moga ada kekuatan pada ana.



Kalau bisa berbicaralah segala yang dikelilingi…

Tentu apa yang dirasa mereka juga menikmati


Andai segala yang terucap itu membahagiakan

Sudah pasti tiada yang murung dalam putaran


Jika kebahagiaan itu memayungi semuanya

Tetaplah aku tidak ingin melepaskannya


Malam sudah hadir lagi dan lagi

Dihiasi keceriaan dini

Namun hakikat diri ini

Sukar untuk ditelah apalagi kongsi


Nyahlah semua itu bersama picingan

Hapuslah galanya tanpa ada tersimpan

Moga esok menjanjikan cahaya purnama

Yang menenangkan sekalian mata


Insya`allah


SMNS

Teratak “Ibtisam”

Gerakan Anti PPSMI

Seruan Dakwah!!

Kepada Muslimin Muslimat atau lelaki wanita yang berminat menyertai Sukarelawan Dakwah Di Lapangan bersama LANDAS, silalah hubungi

Muslimin @ Lelaki

Kpd :Ustaz Kamaruddin bin Kassim

Email : Kama54us@yahoo.com

YM : kama54

HP : 019-4782708 /0174630686

Blog : Urusetia Menangani Gejala Sosial Negeri Kedah Darul Aman

Muslimat @ Wanita

Kpd : Ukht Atriza binti Umar

Email : atriza_umar@yahoo.com

YM : atriza2001

Blog : Lillahi ta`ala

Berikan maklumat anda untuk pihak kami hubungi, insya`allah

Moga segalanya diredhai Allah

Salam Perjuangan Fie sabilillah

Peringatan

"Dan tidak samalah kebaikan itu dengan kejahatan Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan antara dia yang ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."

-Fushshilat 34-

::: IKLAN :::